Bahaya Para Pendusta Bagi Kerukunan Umat Beragama

0
12

Pada masa ini, ketika arus informasi demikian mudahnya untuk di akses, seringkali tanpa berfikir panjang kita langsung menyebarkan (men-share) semua berita dan informasi yang kita terima, tanpa terlebih dahulu meneliti kebenarannya. Kita dengan sangat mudah men-share berita, entah dengan menggunakan media sosial atau melaluai aplikasi yang ada di perangkat handphone ataupum media yang lainnya.

Akibatnya, munculah berbagai macam kerusakan, seperti kekacauan, provokasi, ketakutan, atau kebingungan di tengah-tengah masyarakat akibat penyebaran berita tersebut.

Gempuran berita bohong atau nama lainya adalah hoax atau fitnah mengalir semakin deras di temlen media sosial. Dan keadaan ini dipastikan semakin tidak kondusif lagi.
Dalam sudut pandang islam bicara para pembohong atau pendusta tidak terlepas dari akar sejarah pada masa lalu.

Orang bijak berkata bahwa sejarah akan terus berulang kembali.
Dan fenomena pabrikasi dusta atau berita palsu ini tentu bukan barang baru. Bahkan pada zaman keemasan Islam, banyak sekai yang hobinya menyebarkan berita-berita bohong. Alhamdulillah dengan adanya para imam dan ulama setiap berita palsu dapat ditanggulangi.

Berdusta atau berbohong adalah salah satu penyebab perpecahan umat yang sudah sangat mengkhawatirkan hari ini adalah menerima berita dari orang lain tanpa menyaringnya dengan kritis.
Bahayanya para pendusta dan yang turut serta melakukan dusta dengan harapan agar di sampaikan kembali oleh orang-orang awam yang tidak mengerti hukumnya adalah haram.
Karena memproduksi atau menyebarkan informasi yang bertujuan untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar, demi menyembunyikan kebenaran serta menipu khalayak, maka sangatlah haram hukumnya. Dan berdusta atau berbohong juga salah satu sifat yang sangat buruk dan dicela dalam pandangan syariat, akal dan fitrah yang lurus. Allah SWT telah mengharamkannya dalam semua risalah samawiyah. Allah SWT juga mencela perbuatan dusta dan para pelakunya.
Firman Allah SWT dalam Al-Quran:
Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak atau pun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar(mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”.(QS. Al-A’raf: 33)

Baca :  Menolak akhyar menggunakan PMII sbg organisasi kaderisasi untuk kepentingan politik elektoral

Dalam menyikapi terkait bahayanya para pendusta, Pimpinan Majelis Tqliem Al-Barokah menyelenggarakan Tausiyah dengan tema:

“Berbohong, berdusta di mata Allah SWT sudah menjadi trend diIndonesia”.

Tujuan di selenggarakanya kegiatan ini adalah untuk menjaga tradisi keislaman serta menjaga ukhuwah islamiyah. Pada kesempatan tersebut Ustadzah Juhana selaku Ketua Majelis Taklim Al Barokah menyampaikan sambutanya bahwa tujuan diselenggarakanya acara ini dengan harapan agar Jemaah Majelis Taqliem terutama kaum Ibu-ibu harus paham dalam menyikapi Bahaya Fitnah yang sedang menjadi trend saat ini serta mengajak kaum Ibu-ibu untuk selalu menjaga ukhuwah untuk dapat menciptakan Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

Baca :  Mahasiswa kembali hidupkan BEM UNAS,Lawan kecurangan KPU

Kegiatan ini di hadiri oleh tokoh masyarakat dan para Ustadzah selaku ulil amri yang siap menyampaikan hasil kegiatan tersebut kepada warga setempat dalam bentuk pengajian dalam setiap minggunya.
Adapun Narasumber acara tersebut adalah Ust. Abdurahman selaku pengisi tausiyah dan dilanjutkan doa bersama. Dalam kesempatan menyampaikan tausiyah Ust. Abdurahman berpesan kepada para jemaah tentang bahayanya bagi para pendusta di mata Allah SWT.

“Dan berbohong yaitu pangkal dari berbagai kejahatan, dan salah satu ciri golongan orang munafik adalah mereka yang suka berkata dusta”. Tegas Ust. Abdurahman kepada awak media.
Ust. Abdurahman pun menjelaskan tentang bahaya bagi para pendusta, bahwa ancamanya adalah neraka.

Kemudian acara tersebut di tutup dengan Doa bersama dan ramah tamah di pimpin oleh Ust. Abdurahman.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here