Sekjen KIKES DKI menghadiri YOUTH Regional di Malaysia

0
11

Dampak bahaya kekerasan berbasis gender di lingkungan perusahaan. Worhop youth regional Asia Pasifik yang diprakarsai oleh industri all bertempat di Negeri Sembilan, Malaysia selama 2 hari dari 21 sampai 22 Oktober 2019.

Dalam forum ini diikuti oleh beberapa negara Asia Pasifik di antaranya: Indonesia, Filipina, Nepal, Bangladesh, Malaysia, Myanmar, dan beberapa negara yang tergabung di Asia Pasifik Dan Sa’in,S.H diundang mewakili delegasi dari Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Sekjen FSB KEKES KSBSI DKI Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut tiap-tiap delegasi memberikan tanggapan terkait dampak dari kekerasan berbasis gender di lingkungan perusahaan, dan ini menjadi sorotan utama bagaimana menghadapi kekerasan pelecehan dan diskriminasi dalam dunia kerja yang masih banyak dialami oleh pekerja di Indonesia khususnya, seperti pekerja rumah tangga, pekerja pabrik, pekerja media dan lain-lain.

Baca :  Laskar Merah Putih Menolak RUU HIP yang tidak mencantumkan Tap MPRS No.25 Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI

Di sela-sela Kegiatan saya juga memberikan komentar kekerasan dan pelecehan dalam dunia kerja merupakan ancaman terhadap martabat, keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan semua orang.

Dampak kekerasan dan pelecehan dalam dunia kerja tidak hanya menimpa pekerja tetapi juga menimpa keluarga, komunitas, ekonomi dan masyarakat dalam keseluruhannya.

Kekerasan pelecehan dan diskriminasi yang terjadi di dunia kerja terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, kekerasan verbal, maupun kekerasan psikologi yang memberi dampak pada banyak orang. Dengan berbagai cara yang berhubungan dengan gender, ras, bentuk tubuh, agama, kelas, usia, seksualitas, dan kekuasaan.

Baca :  Ketua Umum DPP PPKSI : Menggugat Larangan Mudik

Kekerasan berbasis gender yang terjadi dalam dunia kerja terjadi dari rumah sampai tempat kerja (perjalanan kerja dan pulang kerja) terjadi dalam berbagai bentuk seperti: kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan verbal, dan sebagainya.

Sampai saat ini pekerjaan terutama perempuan masih banyak yang mengalami kekerasan dan pelecehan namun belum berani melaporkan ke aparat hukum, karena belum ada jaminan hukum ungkapnya.

Sain juga menegaskan agar serikat buruh bisa membuat perjanjian bersama dan memasukkan pasal-pasal tentang sanksi tegas bagi pelaku kekerasan berbasis gender di tiap-tiap sektor tanpa harus keluar dari konfederasi nya intinya ini menjadi PR besar bagi serikat buruh pemerintah dan pengusaha.(H4P1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here