KPGI (Komisi Perlindungan Guru Indonesia) sudah harus ada di Indonesia

0
16

Praktisi Hukum dari Islamic Law Firm, dalam acara Seminar Nasional Viktimologi dan Pertemuan Asosiasi Pengajar Viktimologi Indonesia di Universitas Pancasakti Tegal, dengan tema: “Perlindungan Hukum Korban Kejahatan dan Korban Non-Kejahatan dalam Sistem Hukum Indonesia sebagai Tantangan Implementasi dari General Victimology” yang berlangsung pada tanggal 22-25 November 2019.

Menyambut Hari Guru Nasional, Amsori mengatakan profesi guru harus mendapat perlindungan hukum baik sebagai korban kejahatan maupun korban non-kejahatan. Hal ini diakibatkan merebaknya kasus yang terjadi terhadap guru sebagai salah satu Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam satuan pendidikan di beberapa tempat di Indonesia.

Baca :  Oktasari Sabil Ikut Senam Bersama Emak-Emak Cantik Di Papua

”Guru berhak mendapat perlindungan berupa perlindungan hukum, perlindungan profesi, keselamatan dan kesehatan kerja dan/atau hak atas kekayaan intelektual.”

Selama ini lembaga Advokasi Non-litigasi yang dilakukan oleh Satuan Tugas Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Satgas Perlindungan PTK) belum berjalan efektif.

Amsori menyarankan agar Pemerintah segera membentuk lembaga independen berupa Komisi Perlindungan Guru Indonesia (KPGI). Lembaga ini untuk meningkatkan efektifitas penyelenggaraan perlindungan terhadap Guru dan Tenaga Kependidikan yang bernaung di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Semoga dengan terbentuknya Komisi Perlindungan Guru Indonesia dapat memberikan angin segar dalam mewujudkan perlindungan bagi Guru sebagai Penggerak untuk Indonesia yang lebih Maju.

Baca :  Burberry is the first brand to get an Apple Music channel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here