Bakal Calon Bupati SBT 2020 Diduga Kuat Paham Islam Garis Keras

0
9

SBT| Wakil Bupati SBT atau Bakal Calon Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Diduga kuat adalah salah satu tokoh jaringan WAHABI di Indonesia. Untuk diketahui, tokoh – tokoh aliran WAHABI kini mulai mengusai lembaga negara dan menyebarkan Islam Garis Keras. WAHABI adalah salah satu golongan misionaris dengan menggunakan simbol Agama. Kaum tersebut telah mempunyai catatan kelam yang buruk.

Untuk diketahui salah satu organisasi keagamaan Islam terbesar di Indonesia yaitu NU, salah satu kelahiran NU adalah sejarah perlawanan terhadap kaum WAHABI. Seperti dituturkan KH Abd. Muchith Muzadi, sang Begawan NU dalam kuliah Nahdatulogi di Ma’ had Aly Situbondo dua bulan silam, jam’iyyah Nahdlatul Ulama didirikan atas dasar perlawanan terhadap dua kutub ekstrem pemahaman agama dalam Islam. Yaitu: kubu ekstrem kanan yang diwakili kaum WAHABI di Saudi Arabia dan ekstrem kiri yang sekuler dan diwakili oleh Kemal Attartuk di Turki, saat itu.

Tidak mengherankan jika kelahiran Nahdatul Ulama di tahun 1926 M sejatinya merupakan simbol perlawanan terhadap dua kutub ekstrem tersebut. Hanya saja, kali ini, karena keterbatasan space, saya akan membatasi tulisan ini pada bahasan kutub ekstrem yang pertama, WAHABI. Pun bahwa saya akan membatasi pembahasan WAHABI secara khusus pada sejarah kelamnya di masa lampau, belum pada doktrin-doktrin, tokoh-tokohnya atau juga yang lainnya.

Baca :  Warga Keluhkan Aspal Jalan Setipis Tempe Goreng Belum Genap 1 Minggu Sudah Rusak Parah

Saya berharap bahwa fakta sejarah ini akan dapat kita gunakan untuk memprediksi kehidupan sosial keagamaan kita di masa-masa yang akan datang. Karena bagaimanapun juga, apa yang dilakukan oleh kaum WAHABI saat itu merupakan goresan noda hitam. Goresan noda hitam inilah yang kini mengubah wajah Islam yang sejatinya pro damai menjadi sangat keras dan mengubah Islam yang semula ramah menjadi penuh amarah.

Kembali ke Judul “Wakil Bupati Kabupaten Seram Bagian (SBT) Maluku. Fachri Husni Alkatiri (FHA) Diduga kuat menganut aliran garis keras tersebut sampai saat ini. Menurut hasil penulusuran kami, FHA di Wikipedia dan sesuai informasi yang kami dapatkan dari KPU RI Wakil Bupati SBT tersebut tidak memiliki Profil lengkap.

Padahal sebagai seorang tokoh kepala daerah dan atau mantan wakil Rakyat harusnya memiliki Pofil di Wikipedia dan KPU RI. Jika seperti patut di pertanyakan rekam jejaknya sebagai Alumnus Timur Tengah tersebut. Jangan sampai Fachri Husni Alkatiri (FHA) ini salah satu alumnus yang sengaja di pasang di Indonesia untuk menjalankan misi kelompok tersebut di belakang layar?

Baca :  KOMPI dan APTA minta KPK buka kembali Kasus dugaan Korupsi JAKPRO

Untuk itu kami harapkan kepada Badan Intelijen Negara (BIN) dan MABES POLRI serta Partai Politik yang saat ini berkoalisi dengan Negara untuk segera deteksi latar belakang Bakal Calon Bupati SBT 2020 – 2025 tersebut.

Sangat kami sayangkan kini ia (FHA) menggandeng kader PDIP untuk mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Bupati SBT 2020 – 2025. Jika DPP PDI PERJUANGAN memberikan rekomendasi kepada Fachri Husni Alkatiri (FHA) maka PDIP kami sebut sebagai organisasi partai pendukung Islam Garis Keras di Republik Indonesia.

“Yang kami heran kenapa PDIP tidak mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Bupati SBT? Kenapa menjadi Wakil di PKS?” Untuk di ketahui bahwa, FHA kini masuk di Muhammadiyah, kami menduga kuat, hanya sebagai kamuflase agar menutupi gerakannya di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here