Hantu Nyata Bernama Covid-19 Kini Singgah Di Indonesia

0
8

Akbar Idris (Wasekjend PB HMI).

Sebagai negara yang terletak pada jalur strategis lalu lintas perdagangan dunia, posisi indonesia sangatlah rawan terhadap mewabahnya virus Covid-19 yang kini telah tersebar hampir di setiap negara – negara belahan dunia.

Hal ini menjadi ancaman serius bukan hanya terhadap keberlangsungan hidup masyarakat indonesia tetapi juga terhadap sendi – sendi lainnya utamanya yang menyangkut tentang kondisi ekonomi indonesia ditengah mewabahnya virus tersebut.

Yaa, Covid-19 menjelma menjadi “hantu” nyata bukan hanya bagi pemerintah indonesia tetapi juga masyarakat indonesia secara keseluruhan. Masyarakat indonesia kini dihantui oleh Covid-19 dan tentunya hal ini menimbulkan keresahan dan bahkan kepanikan.

Selain panik akan tertular Covid-19 ini, aktivitas masyarakat pun kini dibatasi dengan adanya kebijakan Social Distancing yang mengharuskan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah sebagai bagian dari upaya memotong laju persebaran Covid-19 ini.

Disisi lain, Covid-19 ini pun berpotensi mengakibatkan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi indonesia dikarenakan jatuhnya harga saham perusahaan – perusahaan di indonesia utamanya perusahaan plat merah serta nilai tukar Rupiah terhadap Dollar yang semakin melemah.

Lalu apakah kebijakan Social Distancing ini sudah tepat diterapkan di indonesia mengingat masyarakat indonesia yang masih memegang teguh budaya ketimuran yang senantiasa menghadirkan interaksi antar sesama? Ataukah pemerintah harus memikirkan ulang kebijakan tersebut dan membuat keputusan untuk melakukan lockdown seperti yang diterapkan di negara – negara lainnya?

Sebagai warga negara, tidak tepat kiranya menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab Covid-19 ini kepada pemerintah saja dan perlunya ada kolaborasi antar pemerintah dan masyarakat dalam melawan Covid-19 ini. Tetapi pemerintah indonesia juga tidak boleh acuh dan bahkan mengeluarkan kebijakan yang sifatnya taktis tanpa adanya pertimbangan yang matang.

Baca :  10 NOVEMBER 2019 SEBAGAI MOMENTUM MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN DAN MENANAMKAN NILAI KETELADANAN

Banyak yang berasumsi mengapa pemerintah indonesia tidak menerapkan kebijakan lockdown saja dan menutup seluruh akses ataukah pintu masuk dari dan atau ke indonesia.

Penerapan lockdown untuk sekarang ini dianggap kurang tepat mengingat virus tersebut telah mewabah di indonesia dan telah menewaskan puluhan manusia yang terjangkit virus tersebut.

Sebagai pembanding, italia menerapkan lockdown disaat terdapat warga negaranya yang terjangkit Covid-19, tetapj kebijakan tersebut bahkan semakin menambah kuantitas korban dari virus tersebut dan bahkan menjadi negara dengan kuantitas terbesar yang terjangkit virus Covid-19 di daratan eropa.

Namun melihat fenomena masyarakat indonesia, rasanya penerapan Social Distancing juga bukanlah solusi cerdas apalagi kebijakan tersebut baru dikeluarkan pasca ditemukannya masyarakat yang terjangkit Covid-19. Selain itu, masih terdapat masyarakat yang kurang mendapatkan informasi terkait Covid-19 ini yang dibuktikan dengan masih terdapat aktivitas keramaian yang dilakukan oleh masyarakat indonesia.

Virus ini telah mewabah di indonesia dan sudah menjadi keharusan untuk segera ditemukan formulasi untuk menghentikan virus ini. Oleh karena itu, bukan sebatas pencegahan yang mestinya menjadi titik fokus pemerintah dalam menghadapi Covid-19 ini, tetapi upaya untuk mendapatkan vaksin atau obat penawar yang mampu menghentikan laju persebaran Covid-19 ini.

Pengoptimalan jajaran pejabat pemerintahan utamanya pemerintah pusat dalam upaya mencegah semakin mewabahnya Covid-19 ini sangatlah penting. Sebagai contoh Kementerian kesehatan mesti fokus pada upaya penemuan vaksin yang dapat membasmi Covid-19. Begitu pun kementerian pertahanan harus siap sedia menjaga daerah – daerah yang dianggap sebagai pintu masuk Covid-19.

Baca :  Kriteria Pemimpin Amanah

Juga demikian dengan kementerian ekonomi dan kementerian pertanian harus mewaspadai dampak dari Covid-19 terhadap ekonomi bangsa dan ketersediaan pangan bagi masyarakat indonesia.

Selain itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah haruslah sinergis sehingga dalam memberikan informasi terkait wabah Covid-19 ini tidak saling tumpah tindih yang dimana hal tersebut berpotensi menjadi pemicu kepanikan masyarakat indonesia.

Disisi lain, kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19 ini haruslah menjadi bagian dari upaya menghentikan virus tersebut. Kesadaran yang dimaksud disini adalah kesadaran akan senantiasa menjaga daya tahan tubuh, menjaga lingkungan tetap bersih dan berhati hati dalam melakukan rutinitas kesehariannya apalagi aktifitas di luar rumah.

Covid-19 merupakan hantu nyata bagi kita semua. Olehnya itu, spirit persatuan dan kolaborasi dalam rangka melawan virus tersebut menjadi penting. Sejenak kita beranjak dari kebisingan Politik serta menghambur – hamburkan uang negara untuk ambisi pembangunan infrastruktur serta mega proyek lainnya.

Covid-19 sedang mengancam keberlangsungan hidup kita sebagai warga negara dan oleha karena itu, hanya ada dua pilihan bagi kita semua yakni melawan ataukah menyerah dan membiarkan negara ini porak poranda oleh virus yang tak nampak oleh kasat mata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here