Tekan Sebaran Covid-19 di Kota Depok, LKMI Terapkan Zonasi Dalam Aksi Sosial

0
6

Depok| Kasus positif Covid-19 di Kota Depok semakin hari semakin bertambah. Hingga Senin (6/4), jumlah kasus positif mencapai 65, 6 meninggal dunia, 10 dinyatakan sembuh, 541 PDP, 2135 ODP, dan kasus baru denga ciri orang tanpa gejala (OTG) 493 kasus.

Untuk menekan laju bertambahnya kasus positif corona, pemerintah Kota Depok diharapkan melakukan sebuah tahapan untuk penanganan berdasarkan cara-cara yang dianggap efektif, terkonsentrasi dan berkelanjutan. Merespons kondisi tersebut, Jumat (20/3) Pemerintah Kota Depok melalui surat keputusan Walikota Depok tentang telah penetapan status tanggap darurat Covid-19 sejak tanggal 18 Maret sampai dengan 29 Mei 2020.

Selain itu, Walikota Depok juga mengeluarkan surat edaran tertanggal 18 Maret 2020 terkait penyesuaian sistem kerja ASN dan pegawai Pemerintah Kota Depok untuk OPD tertentu bekerja dari rumah.

Baca :  Didemo Rekan Indonesia, Menkes Akan Tinjau Ulang Kepmen Nomor HK.01.07/MENKES/707/2018

Direktur Direktur Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMK) HMI Cabang Depok Hely Adly meminta agar Pemerintah Kota Depok sigap dalam memutus mata rantai Covid-19 disebabkan sebaran akan terus bertambah mengingat Kota Depok memiliki mobilitas pekerja yang berkantor di DKI Jakarta.

“Harus ditelurusi sebarannya dalam berbagai aspek, Kota Depok banyak warganya yang berkantor di Jakarta dan ada juga mahasiswa yang tinggal di Jakarta, Pemkot perlu kebijakan besar untuk penangangan dengan catatan harus cepat, karena laju sebaran (Covid-19) gede” Katanya saat melakukan pembagian masker dan hand sanitizer di Jakarta Timur, Selasa (7/4).

Lebih lanjut dikatakan Hely, LKMI HMI Cabang Depok sebaga lembaga profesi kesehatan HMI melalui program bersama dengan Bakornas LKMI PB HMI dan LKMI se kawasan epicentrum Covid-19 tengah melakukan upaya menekan jumlah tersebarnya Covid-19 dengan memberikan hand sanitizer dan masker.

Baca :  Lazis Catur Bakti KBPII Melawan Corona dengan membagikan Paket Pangan

“LKMI sedang fokus membantu masyarakat untuk tersedianya hand sanitizer dan masker, ini mahal harganya, aksi sosial LKMI HMI Cabang Depok akan menerapkan zonasi aksi sosial, dua zona, warga asli dan mahasiswa, untuk warga kami bagi hand sanitizer, masker, dan ketersediaan pangan karena mereka tinggi aktivitas hidupnya untuk mencukupi kebutuhan makan, untuk mahasiswa cukup hand sanitizer dan masker karena sudah ada kelas online dan hidup yang layak, jadi tak perlu keluarlah kaya warga biasa” tambah Hely. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here