HMI Badko Jabodetabeka Banten Meminta Aparat Kepolisian Segera menangkap pelaku teror Mahasiswa UGM dan Dosen UII

0
71

Jakarta, SKNHimpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi Jabodetabeka Banten mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku teror ancaman pembunuhan terhadap forum diskusi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dan dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

HMI Badko Jabodetabek Banten mengingatkan untuk kasus teror mahasiswa UGM dan dosen UII jangan hanya sebatas mengutuk keras kepada pelaku terror, akan tetapi masyarakat harus mengawal bersama kasus terror ini sampai tuntas oleh aparat Kepolisian. Deretan kasus-kasus terror yang terjadi di dunia akademisi bisa mencederai demokrasi dan hukum.

Menurut Rahman Bagariang Ketua Bidang Hukum dan HAM HMI Badko Jabodetabeka Banten, tingkat kepercayaan Masyarakat kepada aparat kepolisian untuk secepatnya mengungkap kasus teror akan mendapatkan apresiasi setinggi-tinggi, tetapi apabila aparat kepolisian lambat dan terkesan mengulur waktu akan berakibat menurunnya tingkat kepercayaan publik kepada aparat kepolisian dan Pemerintahan.

Baca :  PT AIA,lakukan pelanggaran terhadap karyawan, Kikes KSBSI sambangi kantornya

“Aksi teror kepada kalangan akademisi harus disikapi dengan serius, artinya kita bukan hanya sebatas mengutuk atau mengecam aksi pelaku teror, tetapi kita mendesak Aparat kepolisian untuk secepat mengungkap siapa pelaku dalang terror. Pasalnya Polisi telah di dukung alat-alat canggih untuk memburu pelaku teror dan semestinya dalam waktu secepat sudah ada hasil dari penyelidikan tersebut” kata Rahman dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (2/6/2020).

Rahman Bagariang mendukung para panitia dan narasumber diskusi UGM dan UII yang korban untuk segera melaporkan teror ini kepada kepolisian. “Siapa pun yang terlibat kasus ini harus diproses hukum secara adil dan transparan,” tegasnya.

Baca :  Direktur RSUD Kota Bogor Apresiasi Kritik Konstrutif Aktifis SEMMI dan PERISAI Terkait Revitalisasi Gedung RSUD Kota Bogor

Adapun, para saksi dan korban wajib dilindungi oleh Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) tanpa harus diminta.

Rahman Bagariang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal kasus ini hingga tuntas dan transparan” tutupnya. (Red/ath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here