BUKA KEMBALI SEKOLAH SEPERTI TEMPAT REKREASI, WISATA, DAN PASAR BAHKAN HIBURAN MALAM DIBUKA

0
11

Jakarta,- Seluruh komponen bangsa wajib mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu tujuan Negara Indonesia. Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran, maka pemerintah harus membuka sekolah seperti membuka tempat rekreasi, wisata dan pasar, bahkan hiburan malam dibuka.

“Sekolah harus dibuka, tidak semuanya orang tua paham dan mengerti cara belajar online. Bagaimana dengan orang tua yang tidak memiliki handphone atau laptop untuk anaknya belajar online? Orang tua yang tidak mampu dan tidak memiliki uang untuk beli paket data, pasti kesulitan dengan adanya belajar online,” kata Koordinator Komite Pemantau Pendidikan (KPP) Kahmi Rayon Universitas Terbuka Jakarta, Herlambang Wibowo, dalam rilis yang diterima redaksi, Senin, (27/07/2020).

Baca :  REKAN DKI JAKARTA : PEMPROV DKI Dituding Gunakan Cara Kuno Hadapi Wabah DBD

Kebijakan bersekolah online untuk membatasi aktifitas siswa karena ancaman covid-19 menambah biaya, sementara perekonomian semakin sulit menambah beratnya beban hidup orang tua yang tidak mampu, seolah pemerintah tidak peduli.

Jika sekolah masih terus di tutup, apa jadinya dengan pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Sementara pasar bebas ramai berkerumun, tanpa khawatir terpapar covid, pantai dan tempat wisata dibuka, tempat hiburan dibuka, pesawat penuh sesak dengan penumpang, mall juga dibuka. Tetapi kenapa sekolah ditutup hanya karena takut terpapar covid-19. Orang tua khususnya ibu sudah direpotkan dengan pekerjaan rumah, masih lagi direpotkan dengan mengajarkan materi yang ada dibuku tema kepada anak yang notabene itu bukan kapasitasnya untuk mengajar karena memberi materi pelajaran memang diluar kemampuan orang tua.

Baca :  Mahasiswa Demo berkali-kali di depan KeJaksaan Agung desak Presiden ambil alih kasus dugaan Novel terlibat penganiyaan

“Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan. Pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.

Untuk itu, Komite Pemantau Pendidikan Kahmi Rayon UT Jakarta mendesak pemerintah untuk membuka segera sekolah sebagai tempat pembelajaran.

“Meminta pemerintah presiden Joko Widodo, menteri pendidikan Nadiem Makarim serta pemerintah daerah gubernur, bupati dan walikota juga kepala dinas pendidikan untuk membuka segera sekolah sebagai tempat pembelajaran. Semoga Allah SWT melindungi dan memberikan kecerdasan anak-anak bangsa Indonesia,” ujarnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here