Surat terbuka Kopral kepada sang Jendral Besar

0
25

Penulis : Fetrus SH

Pepatah mengatakan perjuangan dan pengorbanan tidak akan menghinati sebuah hasil. Begitu juga karir yang di rintis seorang jendral besar, berawal dari jabatan danton (komandan pleton) miniti dari pleton dengan beberapa orang anak buah. Jenjang pangkat terendah prajurit di mulai dari Prajurit dua sampai dengan kopral, selanjutnya wadanru yang dipimpin seorang danru dan seorang danton, struktur komando berikut dimulai dari pertempuran maupun didalam sebuah kegiatan satuan seperti tonting atau tontangkas.

Dari sinilah awal sebuah kekompakan dan jiwa korsa antara bawahan dan atasan. Hal tersebut membuahkan hasil terbaik bila berhasil dalam tugas operasi dan kegiatan perlombaan antar satuan tingkat batalion bahkan tingkatan kodam.

Keberhasilan itu berkat anak buah yang kompak sehingga nama seorang danton terangkat, kemudian menjadi buah bibir satuan, dan akhirnya danton mendapatkan penghargaan dari komadan satuan, menjadi salah satu danton terbaik, apa yang didapat para prajuritnya tidak lain dan tidak bukan hanya sebuah pujian.

Dari Hal berikut, apa keuntungan komandan satuan? beliau mendapatkan promosi untuk sebuah jabatan dengan kata lain suatu keberhasilan seorang pimpinan adalah kerja keras para prajuritnya.

Nasib prajurit atau bawahan tidak seindah seorang danton dan komandan satuan, hak-hak nya prajurit dikebiri dengan kata lain prajurit tamtama tidak boleh melebihi prajurit bintara dan sebaliknya prajurit bintara tidak boleh melebihi sang perwira, bukan hanya di dalam sebuah karir tetapi dari segi kehidupan yang lain baik kesejahteraan maupun pendidikan umum yang di dapat oleh bawahannya sehingga menjadi kesenjangan disinilah timbul sebuah pembunuhan karakter.

Baca :  Teror Bom di Polrestabes Medan Bukti Indonesia Harus Siaga

Senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang. Ingat perjuangan Jendral Besar Sudirman menjadi contoh dan tolak ukur bahwa seorang prajurit tidak akan meninggalkan komandannya walaupun disaat sakit bahkan mayatnyapun dijunjung tinggi bahkan di kuburkan secara terhormat.

Ini adalah keluhan kesah yang berani dituangkan seorang kopral yang mewakili jutaan prajurit garda terdepan di negeri ini bukan hanya untuk prajurit TNI/POLRI tapi ini untuk memperlihatkan bahwa adanya HAM di bumi ibu pertiwi ini.

Cerita ini diambil dalam kisah nyata seorang prajurit berpangkat kopral yang mengalami kecacatan dalam sebuah tugas operasi yang terjatuh saat patroli dan mengalami cidera yang sangat amat menghawatirkan.

Bahkan Prajurit tersebut dievakuasi ke-beberapa rumah sakit bahkan diberangkat sampai ke Jakarta untuk menjalani pengobatan dan masuk ke Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan Negara.

Pusat rehabilitasi Kementerian Pertahanan memberikan pelayanan yang sangat baik untuk para prajurit yang cacat akibat kecelakaan dinas dan tugas.

Baca :  AMPES-Jakarta, Desak Mabes Polri Usut tuntas Korupsi Di lombok Utara

Seorang Kopral tersebut mendapat skep cacat golongan 2C yang di keluarkan Mabes TNI yang ditandatangani seorang Jendral Besar berbintang empat.

Harapan Kopral tidak pupus berbuat yang terbaik untuk satuan, masyarakat dan negara, Kopral tersebut sudah memberikan keterampilan untuk dikembangkan di lingkungan sekelilingnya agar bermanfaat untuk satuan dan masyarakat.

Sang kopral menangis dikala hak-hak nya direnggut hanya demi kepentingan dan kepuasan seorang pimpinan, hak untuk hidup, hak untuk berobat dipatahkan hanya karena sebuah keegoisan pimpinan.

Jendral besar pernah berkata “komandanmu adalah ayahmu, orang tuamu dia akan menyayangimu dan sebaliknya kamu harus menyayangi atasanmu karena itu beliau adalah orangtuamu”.

Perkataan ini sudah terkubur sangat dalam. Perkataan jendral hanya sebuah syair semata agar para prajuritnya terbuai, bahwa sesungguhnya hal itu tidak akan pernah terjadi bila untuk hak hidup dan berobat tidak terpenuhi secara maksimal bahkan upaya penyembuhan dibatasi.

Akhir kata saya menyampaikan pesan Jendral Besar Sudirman ,”Jangan pernah kau korbankan prajuritmu untuk sebuah karir dan sebaliknya korbankan jiwa dan ragamu untuk prajuritmu”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here