Menolak akhyar menggunakan PMII sbg organisasi kaderisasi untuk kepentingan politik elektoral

0
79

Kota Medan, Komisi Pemilihan Umum Kota Medan melalui Surat Keputusan Nomor 790/PL.02.3-Kpt/1271/KPU-Kot/IX/2020 tanggal 23 September 2020 menetapkan Muhammad Bobby Afif Nasution – Aulia Rachman dan Akhyar Nasution – Salman Alfarisi sebagai pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Medan 2020 (Kompas).

Hal ini mendapat respon salah satu Alumni PMII kota Medan Rahmansyah Putra Sirait dalam, berikut beberapa uraian yang disampaikan kepada keterangan tertulis kepada pers, senin 5 Oktober 2020.

Rahmansyah menjelaskan sebagai Alumni PMII atas beredarnya Backdrop Kegiatan mengatasnamakan Eksponen Cipayung Plus Kota Medan yang mencatut Logo PMII untuk Deklarasi Dukungan terhadap Bapak Akhyar Nasution.

Baca :  Diskusi IKMA NTB : Mahasiswa jangan kena doktrin Radikalisme

Pertama, PMII secara kelembagaan diatur dalam AD/ART organisasi bersifat Independent tidak di perbolehkan mendukung paslon secara kelembagaan.

Kedua, Saya tidak kenal organisasi tersebut atau pernah bergabung dalam kegiatan apapun.

Ketiga, Dalam aturan main PMII, kader yang masih aktif bergabung di PMII, Sedangkan para alumni bergabung di IKA PMII yang secara aturan dan mekanisme organisasi di jelaskan sejelas jelasnya.

Oleh sebab itu saya menegaskan :

Pertama, Agar logo PMII di hapus dalam kegiatan tersebut karena bertentangan secara organisasi dan aturan PMII.

kedua, Pencatutan itu ilegal dan melanggar hukum, Jika tidak di Indahlan akan kami tempuh lewat jalur hukum.

Baca :  FPKB LOMBOK : aksi kemanusia untuk masyarakat lombok

Ketiga, Meminta kepada Bapak Akhyar Nasution agar lebih selektif dalam menerima dukungan yang berdeklarasi, Karena kami yakin Bapak Akhyar juga tahu kalau itu salah.

Keempat, Mari kita bangun demokrasi kita secara jujur dan menjunjung tinggi etika yang telah di gariskan. (DW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here