Lembaga agama PGI & NU menghimbau untuk tidak golput

0
8

Depok, – Forum Depokrasi untuk kesekian kalinya, Kamis 19 November 2020, dengan misi dan visi mengusung Pemilu Damai di Kota Depok Jabar tercinta, melakukan diskusi dengan para Tokoh Kunci kehidupan bermasyarakat melalui platform Digital Podcast dan Channel Youtube di Basmallah café Depok Jawa Barat.

Tri Ayu Noverani Humas Fordep yang juga Ketua OKP LPRI Cabang Depok Jabar memandu Podcast dengan Tema “Peran Lembaga Keagamaan Mewujudkan Pilkada Damai di Depok Jawa Barat”, memulai dengan menyampaikan Penyelenggaraan pilkada serentak 2020 di tengah situasi Covid 19 yang melanda dunia termasuk Indonesia menuntut persiapan ekstra dari berbagai instansi untuk bersinergi dengan semua pihak, kini hampir memasuki babak penentuan.

Jauh-jauh hari, rakyat jamak sudah menaruh ekspektasi besar akan sebuah restorasi sosial dan revolusi demokrasi dari pilkada kali ini.

Betapa tidak, rakyat Indonesia khususnya masyarakat Depok Jawa Barat yang percaya akan kekuatan Tuhan terus sabar mencari pimpinan wakil rakyat yang akan merealisasikan janji dengan harapan semua menuai hasil yang baik. Atas dasar itu atensi rakyat tercurah sepenuhnya pada proses dan hasil pilkada yang akan dilaksanakan tanggal 9 Desember 2020.

Baca :  Ketua Hima Persis DKI Jakarta Terpilih , Ilham Nurhidayatullah

Narasumber yang diisi oleh Ustadz H. Nasihun Sahroni Khatib Syuriah PC. Nahdatul Ulama (NU) Kota Depok Jawa Barat dan Sekreataris Umum PGI-S (Persekutuan Gereja Indonesia Setempat Kota Depok, Mangaranap Sinaga SE, MH yang akrab dipanggil Bang Ranap, menyampaikan bahwa Sepakat Pilkada kali ini harus lah Damai dengan diawali dari Kerukunan Umat beragama. Organisasi Keagaaman dan Tokoh Agama turut andil menjaga dan mengajak masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat lain.

“Kami memiliki Pesan Pastoral PGI Pilkada 2020’, dimana ada 4 Tips Pemilu Damai yang harus diikuti oleh semua masyarakat yaitu menjaga kesatuan Bangsa dan Kota dengan mengedepankan Pancasila dan NKRI, Memupus Isu SARA dari setiap Paslon melalui Paslon yang adil dan merata, Peran Lembaga Keagaam mengajak umat beragama saling menghormati satu sama lain dan mensosialisasikan hadir di TPS dan memilih Pasangan Calon (Paslon) terbaik menurut hati nurani dan berdasarkan rekam jejak masing masing Paslon, terakhir Lembaga Agama mengeluarkan suara Nabiah’’, Ujar Bang Ranap yang juga Wa. Sekertaris / Bendahara FKUB Depok Sekertaris Basolia Kota Depok.

Baca :  Bansos Kota Depok Tidak Menyeluruh, RW 016 Kelurahan Mekarjaya Bagikan Sembako Kepada Warga secara swadaya

Disampaikan juga oleh Bapak Ustadz Haji Nasihun PC NU Kota Depok yang juga sebagai Ketua FKUB Depok, bahwa Rakyat membutuhkan strategi baru yang harus menjamin terciptanya sebuah tatanan demokrasi dan politik yang akuntabel, minim kekerasan, tidak manipulative dan juga sesuai dengan hakikat demokrasi yaitu revolusi sosial yang sadar akan Hak Pilih, Jujur, Adil, bebas dan Rahasia. Di Pilkada dalam masa covid ini, memang perlu perhatian, semua hal ini disampaikan bahwa NU sudah melakukan sosialisasi seumumnya (melakukan Edaran dan hal hal secara kreativitas) serta mengingatkan untuk Gunakan Hak Pilih anda dan Pembatasan orang untuk berkumpul kepada masyarakat mudah mudahan masyarakat paham.

Diakhiri dengan harapan bahwa dipimpin oleh para pemuda dan semua kalangan di Kota Depok mampu menciptakan Kota Depok yang Aman, Nyaman dan Damai, semua berharap Pilkada di Kota Depok Serentak dan Damai berjalan dengan Lancar dan Covid cepat hilang. (Humas Forum Depokrasi 2020).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here